┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
SEBERAPA PARAH AKU MENDERITA?
SEBERAPA PARAH AKU MENDERITA?
Kadang seseorang merasa dirinya baik-baik saja, padahal sebenarnya dirinya menderita tetapi tidak menyadari atau tidak mau mengakui bahwa dirinya itu menderita. Atau merasa dirinya menderita tetapi bingung tidak tahu harus bagaimana.
Sebenarnya menderita atau bahagia itu dapat diukur. Ukurannya dapat dilihat dari isi lambung hati (1).
Fungsi lambung hati mirip sekali dengan lambung perut. Lambung perut menampung nutrisi untuk badan, sedangkan lambung hati menampung nutrisi untuk jiwa.
Apa isi lambung hati?
Isi lambung hati adalah validasi (pengakuan), yaitu seperti merasa diperhatikan, merasa dilindungi, merasa dicintai, dll.
Jika lambung hati kosong, maka jiwa akan terganggu, tak berenergi, bisa sakit, bahkan bisa mati. Inilah yang dinamakan penderitaan.
Namun demikian lambung hati tidak dapat diisi dengan sembarang isi. Disisi lain lambung hati juga tidak boleh kosong. Maka jika lambung hati kosong, fitrah manusia mendorong untuk berbuat sesuatu dalam rangka untuk mendapatkan isi tersebut.
Kadang seseorang merasa apa yang ingin didapatkannya adalah validasi yang dapat membahagiakannya (atau dapat mengisi lambung hatinya), tetapi kenyataanya adalah hanya kesenangan sesaat, setelah itu hati tetap merasa menderita (atau lambung hatinya tetap kosong).
Hal ini dikarenakan banyak orang tidak mengetahui apa saja yang dapat membahagiakannya (atau yang dapat mengisi lambung hatinya)
Kadang seseorang ingin bahagia dengan mengharap dihargai orang lain, tenar dikenal banyak orang, kaya dengan banyak harta, punya kekuasaan, healing jalan-jalan ke tempat wisata, dsb. Ternyata semua itu adalah validasi palsu yang hanya memunculkan kesenangan sesaat saja dan sesudah itu kegundahan muncul kembali.
Ternyata lambung hati hanya dapat diisi dengan validasi sejati, yaitu bukan validasi dari makhluk, tetapi hanya berharap validasi kepada Allah ta’ala (2).
Kapan mengharap validasi kepada makhluk dibutuhkan?
Mengharap validasi kepada makhluk dibutuhkan ketika 3 hal (3) tidak terpenuhi, yaitu:
– Keamanan
– Kesehatan
– Makanan
Maka penderitaan seseorang bisa diukur dari seberapa jauh dia melampaui batasan minimal validasi kepada makhluk tersebut.
Makin butuh validasi kepada mkhluk, makin menderita hatinya. Sebaliknya, makin tidak butuh validasi kepada makhluk, makin bahagia hatinya.
Silahkan ukur sendiri seberapa parah penderitaan Anda!
Wallahu a’lam
Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS) Semarang
Catatan:
(1) Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
في القلب فاقة عظيمة، وضرورة تامة، وحاجة شديدة
“Di dalam hati ada wadah besar yang darurat harus diisi”. (Thariqul hijratain)
(2) Allah ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. (QS. Ar Ra’d: 28)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
في القلب فاقة لا يسدها إلا محبة الله
“Di dalam hati ada wadah yang tidak bisa dipenuhi kecuali dengan cinta kepada Allah”. (Al Fawa’id: 121)
(3) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian yang pada pagi harinya merasa aman di tempat tinggalnya, sehat tubuhnya, dan memiliki makanan yang cukup untuk hari itu, maka seolah-olah dunia dan segala isinya telah diberikan kepadanya”. (HR. Tirmizi)
Penulis : Abdul Kholiq, Hafidzahullah
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment