┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
MENGHAPUS NODA HATI
(Bagian 9: Pemulihan luka hati)
MENGHAPUS NODA HATI
(Bagian 9: Pemulihan luka hati)
Orang terbaik bukan yang tidak pernah terluka hatinya, bukan yang tidak pernah tergoncang jiwanya, bukan yang tidak pernah sedih, gelisah hingga depresi. Tetapi orang terbaik adalah orang yang pernah terluka hatinya, terjatuh, terpuruk, patah hati, kemudian bangkit untuk mengembalikan kondisi diri pada fitrahnya (1).
Tidak ada orang yang tak pernah terluka jiwanya. Maka akuilah bahwa dalam dirimu pasti ada luka. Dan kadang tanpa kau sadari luka itu menjadikanmu merasa tidak nyaman tetapi tidak tahu apa sebabnya. Atau luka itu kadang menjadikanmu merasa tersakiti tetapi sudah sekian lama sakitnya tak kunjung reda tanpa kau tahu solusinya.
Itu semua bukan karena salahmu, tetapi ada orang lain yang selalu ingin melukaimu (2). Kadang mereka menyakitimu dengan tidak menghargai semua usaha tulusmu, kadang dengan mencelamu, bahkan kadang sampai ada yang mengkhianatimu. Sakit, memang sakit, bahkan hingga membekas di hati menorehkan luka yang dalam. Tetapi ketahuilah, mereka yang menyakitimu tidak lebih bahagia darimu. Sejatinya mereka lebih menderita darimu karena ulah mereka itulah akan kembali akibatnya kepada diri mereka sendiri.
Tenanglah!, kau tak sendiri (3).
Meskipun ada yang selalu ingin menyakitimu, tetapi ada yang ingin selalu memeluk lukamu dan membasuhnya.
wahai saudara saudariku yang sedang terluka!
Tidak mengapa kau terluka.
Itu wajar.
Itu menunjukkan bahwa kau manusia sejati dan normal.
Namun ketahuilah …
Sebenarnya kau terlukai bukan karena tajamnya sayatan lisan mereka, atau kerasnya pukulan muka masam mereka kepadamu.
Tetapi kau bisa terlukai karena kondisimu yang sedang tidak tangguh akibat terlalu tingginya egomu, sehingga kau terlalu tinggi menuntut validasi kepada mereka.
Kondisi itu menjadikan jiwamu kehausan validasi.
Sehingga kenyataan yang ada tidak sesuai dengan ekspektasimu.
Maka kau cemas, takut, marah.
Turunkan egomu!
Hilangkan rasa butuh validasi dari mereka!
Dan tuntut validasi hanya dari Allah ta’ala (4),
Maka kau akan tangguh, tenang, dan bahagia!
Insya Allah.
Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS)
Semarang
Catatan:
(1) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat”. (HR. HR. At-Tirmidzi (no. 2499), Ibnu Majah (no. 4251), Ahmad (III/198), al-Hakim (IV/244))
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ أَنَّ اْلعِبَادَ لَمْ يُذْنِبُوْا، لَخَلَقَ اللهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، ثُمَّ يَغْفِرُ لَهُمْ، وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Seandainya para hamba tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa, kemudian Allah akan mengampuni mereka, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (HR. Al-Hakim (IV/246), Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah (VII/204))
(2) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنِّـي خَلَقْتُ عِبَادِيْ حُنَفَاءُ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِيْنُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِيْنِهِمْ
“(Allah Azza wa Jalla berfirman): Sesungguhnya Aku menciptakan para hamba-Ku semua dalam keadaan hanif (lurus dan cenderung pada kebenaran) dan sungguh (kemudian) para syaitan mendatangi mereka lalu memalingkan mereka dari agama mereka”. (HR. Muslim, no. 2865)
(3) Allah Ta’ala berfirman,
لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. (QS At Taubah:40)
(4) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ
“Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia”. (HR. Tirmidzi, 2414 dan Ibnu Hibban, 276)
Penulis : Ustadz Abdul Kholiq Hafidzahullah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment