┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
MENGHAPUS NODA HATI
(Bagian 7 : Membalut luka hati, ke 2)
MENGHAPUS NODA HATI
(Bagian 7 : Membalut luka hati, ke 2)
Jika perasaanmu tidak nyaman ketika teman, tetangga, atau siapapun yang kau anggap selevel denganmu, mendapatkan sesuatu, atau meraih sesuatu yang mengunggulimu,
lalu rasa itu telah membuatmu tersiksa dengan sesaknya dada, dan menjadikanmu susah tidur, maka taburilah lukamu itu dengan sifat suka bekerjasama sebagai obatnya. Meski terasa sesak karena menahan tuntutan validasi dari dalam jiwamu yang ingin unggul darinya, balutlah dengan merendahkan keakuan egomu agar kau tak lagi berhasrat mengunggulinya, dan merasa tak butuh validasi dari siapapun bahwa kau lebih unggul atau lebih rendah darinya.
Tanyakan kepada jiwamu, dan
jawablah dengan jujur pada dirimu sendiri,
“Benarkah mereka lebih unggul darimu?”
“Benarkah kau lebih rendah darinya?”
“Kalau ternyata mereka sama saja denganmu, pantaskah kau mengharap validasi dari orang bahwa levelmu tidak dibawah mereka?”
Jika kau jawab “ya”, selamat atas pilihanmu dan lanjutkan penderitaanmu!
Lalu arahkan pandanganmu ke arah atas kirimu, lihatlah egomu yang naik tinggi, lalu katakan kepadanya “Hai kamu, jangan naik tinggi-tinggi !, kenapa kamu takut diungguli?, ayo turun!, mereka tidak seperti yang kau sangka”.
Ulangi dan ulangi lagi hingga kau menjawab pertanyaanmu tadi itu dengan kata “tidak”.
Jika kau telah jawab “tidak”, maka rasa sesak akan semakin kau rasakan.
Tetaplah bertahan pada rasa sesak itu dalam menekan egomu, dan tetaplah menjawab “tidak” dan “tidak” meski sesak makin terasa karena beratnya membuang harapan validasi.
Tetaplah bertahan dan tanyakan terus dan terus, dan selau jawablah “tidak” hingga kau akhirnya tak merasakan rasa sesaknya lagi.
Lalu kunjungilah mereka dan ajaklah mereka bekerjasama untuk melakukan sesuatu.
Lalu tanyakan satu pertanyaan lagi kepada dirimu sendiri,
“Apa alasanmu hingga kau merasa tak pantas menerima penderitaan ini?”
Jika kau tak mampu menjawab,
Selamat!
Lukamu telah sembuh dan nikmatilah tenangnya jiwamu.
Jika kau menjawabnya, ulangi lagi ke pertanyaan sebelumnya tentang tingginya egomu.
Ketahuilah, penyakit yang kau derita ini namanya DENGKI (al hasad, الحسد) (1).
Jika permintaan validasi untuk memuaskan egomu terlalu tinggi, kau pasti akan menderita, karena kau tak akan mendapatkannya.
Jangan minta validasi kepada makhluk, pasti kau akan kecewa dan menderita.
Mintalah validasi hanya kepada Allah ta’ala, maka kau akan tercukupi dan tenanglah jiwamu (2).
Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS)
Semarang
Catatan:
(1) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
“Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kabaikan seperti api memakan kayu bakar”. (HR. Abu Dawud, 4257)
(2) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ
“Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi, 2414 dan Ibnu Hibban, 276)
Penulis : Ustadz Abdul Kholiq Hafidzahullah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment