┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
KETIKA ANAK SULIT DIPAHAMI
KETIKA ANAK SULIT DIPAHAMI
Kadang anak ditanya diam saja tidak menjawab satu katapun,
Kadang bilang tak tau harus bilang apa,
Kadang hanya menangis,
Kadang juga marah-marah,
Kadang jawabannya tidak sesuai dengan apa yang dilakukan setelahnya,
Kadang hanya mengatakan bingung, dll.
Sebenarnya semua jawaban anak itu sudah jelas sejelasnya, hanya saja orangtua tidak memahaminya, karena bahasa yang digunakan anak berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orangtuanya.
Mengapa bisa demikian?
Bukankah bahasa yang digunakan sama-sama bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Perancis, Jerman, Jepang, China, dll, itu hanyalah bahasa lisan yang hanya bisa dipahami dengan logika, yang digunakan untuk mengkomunikasikan pengetahuan.
Namun bahasa yang digunakan oleh anak adalah bahasa hati yang digunakan untuk mengkomunikasikan perasaan yang tidak bisa dipahami dengan logika bahasa lisan. Meskipun orangtuanya bisa sembilan bahasa sekalipun.
Jika anak banyak menggunakan bahasa hati ketika diajak bicara, hal ini pertanda bahwa pada hati anak sedang ada luka yang harus dimengerti oleh orangtuanya untuk disembuhkan.
Jika anak sudah lelah dalam menyampaikan bahasa hatinya yang tak kunjung dimengerti, biasanya anak mulai mengambil sikap untuk jaga jarak dengan orangtuanya, seperti menghindar untuk tidak bertemu orangtuanya, suka keluar rumah, mengurung diri di kamar, kabur dari rumah, cuek jika diajak bicara, bahkan ada yang betah di pondok hanya karena tidak suka bertemu orangtuanya.
Maka agar komunikasi dengan anak dapat selaras bahasanya, hendaknya orangtua banyak belajar bahasa hati agar mengerti luka yang ada di hati anak sehingga dapat membantu memberikan solusinya.
Jika orangtua kesulitan untuk menggunakan bahasa hati, itu pertanda bahwa pada diri orangtua masih ada luka, atau belum selesai dengan dirinya, belum tuntas dengan dirinya, atau belum bisa berdamai dengan dirinya, atau belum bisa memeluk luka masa lalunya.
Wallahu a’lam
Penulis : Ust. Abdul Kholik, Hafidzahullah
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment