┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
JANGAN PERNAH MERASA BERJASA DALAM MENDIDIK ANAK
JANGAN PERNAH MERASA BERJASA DALAM MENDIDIK ANAK
Kita tahu bahwa seorang anak tidak bisa membalas jasa orangtua walau hanya membalas sepenggal nafas ketika ibunya melahirkannya.
Namun jangan sekali-kali kita merasa berjasa terhadap anak dalam membesarkan dan mendidiknya. Karena semua yang telah kita lakukan adalah semata pertolongan Allah ta’ala, bukan karena kehebatan kita.
Terkadang kita sudah berusaha ikhlas dalam mendidik anak, tidak berharap apapun kecuali balasan kebaikan dari Allah ta’ala, akan tetapi setan selalu berusaha keras untuk menjerumuskan manusia dalam kelalaian dan kebinasaan. Sebagaimana janji Iblis laknatullah,
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ , إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka’”. (Shaad: 79-83)
Cara yang ditempuh Iblis itulah yang menjadikan kita “Merasa berjasa dalam mendidik anak”. Kita merasa bahwa dengan mengemban amanah mendidik ini, kita telah ikut membesarkan dakwah Islamiyah.
Terkait hal ini, terdapat sebuah kisah, seorang Arab badui datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ia mengaku bahwa dirinyalah yang telah berjasa menolong beliau, berjasa telah membantu Islam dan membantu Nabi, akhirnya turunlah firman Allah ta’ala,
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُل لّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلإِيمَانِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
“Mereka merasa telah berjasa kepadamu dengan keIslaman mereka. Katakanlah, ‘Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keIslamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang jujur’”. ( Al-Hujurat: 17)
Kadang muncul ungkapan kepada anak seperti ini,
“Nak, kamu harus berbakti kepada orangtuamu karena Ayah dan Ibu ini sudah susah payah membesarkanmu”
“Nak, Ibu sudah capek ngurus kamu, kenapa kamu masih terus bandel begini?”
Atau ungkapan lainnya yang senada.
Walaupun tujuan kita mengatakan demikian ini agar anak paham tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, namun dalam pandangan anak yang masih murni fitrahnya, hal ini akan memunculkan pandangan bahwa orang tuanya tidak ikhlas dalam mendidiknya karena menuntut dirinya untuk membalas kebaikannya. Bukankah ini berbahaya bagi pendidikan anak kita?
Seharusnya pengajaran tentang bakti kepada orangtua dengan cara yang bersifat umum, bukan menyebutkan (“mengungkit”) kebaikan orangtua secara pribadi.
Wallahu a’lam
Penulis : Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment