HAKEKAT SEHAT ADALAH SEHAT JIWA

HAKEKAT SEHAT ADALAH SEHAT JIWA

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

HAKEKAT SEHAT ADALAH SEHAT JIWA

HAKEKAT SEHAT ADALAH SEHAT JIWA

Didalam badan yang sehat belum tentu ada jiwa yang sehat.
Tetapi …
Didalam jiwa yang sehat pasti ada badan yang sehat.
Insya Alloh
Karena pemimpin dan pengendali badan adalah jiwa.

Agar jiwa itu sehat, maka nutrisi atau makanannya harus selalu dijaga agar jangan sampai jiwa ini kelaparan dan kurang gizi.

Jiwa adalah ego atau aku atau keakuan, maka makanan pokok keakuan (jiwa) adalah pengakuan.

Jika jiwa kurang makan, maka jiwa akan merasakan lapar. Dan laparnya jiwa adalah berupa kegelisahan.

Dan gelisahnya jiwa merupakan pertanda kenormalan, karena fitrahnya masih berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu merasa lapar ketika kurang makan.

Jika jiwa lapar, maka “aku” akan membesar dan ego akan meninggi, sehingga seseorang yang jiwanya lapar cenderung sensitif, mudah marah, over thinking, curigaan, dsb.

Lalu apa itu pengakuan yang merupakan makanan pokok jiwa sehingga jiwa ini bisa kenyang?

Puncaknya adalah pengakuan dari Pencipta Jiwa azza wajalla, yaitu berupa keridhoan kepada diri sebagai hamba yang mampu merendahkan ego serendah-rendahnya di hadapan-Nya.
Jika seorang hamba mendapatkan pengakuan yang demikian, maka akan tenanglah jiwanya dan hilang semua kegelisahannya.

Namun ada hal yang seolah berbenturan, yaitu untuk mendapatkan pengakuan harus mampu merendahkan ego, disisi lain ego meninggi karena lapar, lalu bagaimana komprominya?

Inilah perjalan jiwa menuju penciptanya Azza Wajalla, yang harus ditempuh dengan bertarung dan bertempur melawan kegelisahan dengan berlatih menahan melambungnya ego, agar ego mampu menurun hingga ma’ruf.

Bagaimana menurunkan ego hingga ma’ruf?

Pertama:
Berilah makanan egomu dengan pengakuan kepada diri sendiri:
– Berlatih menurunkan ego melalui muhasabah untuk mengakui bahwa jiwa ini benar-benar lapar butuh asupan pengampunan dengan banyak istighfar.
– Bersyukur dengan adanya rasa gelisah karena itu pertanda kenormalan.
– Berlatih menahan ego yang melambung dengan banyak sabar dan menahan marah.

Kedua:
Jika ada orang yang perhatian kepadamu, mencintaimu dengan tulus, tetap tenang ketika kau marah kepadanya, dan tidak banyak bicara kepadamu …
Ketahuilah, itu adalah makanan jiwamu yang Allah ta’ala kirimkan melalui orang lain. Maka terimalah dengan bersyukur kepada Allah atas karunianya, lalu perbanyaklah mendoakannya meskipun dia tidak mengetahui doamu, cintailah dia sebagaimana kau mencintai saudara seimanmu, meskipun kau tidak mengucapkan kepadanya dan kau tidak bisa memilikinya bahkan tidak bisa bertemu dengannya.

Maka dengan dua hal tersebut, manakah yang sangat berpotensi untuk memenuhi kebutuhan jiwamu, untuk menghilangkan gelisahmu, dan menenangkan hatimu, lakukanlah!
Semoga Allah melapangkan hatimu.
Aamin

Wallahu a’lam

Penulis : Abdul Kholiq Hafidzahullah.

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *