┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
BAHAYA MEMAKSA ANAK BELAJAR YANG BUKAN BAKATNYA
BAHAYA MEMAKSA ANAK BELAJAR YANG BUKAN BAKATNYA
Setiap orang akan berbuat sesuai watak bawaan (bakat)nya (1).
Maka hendaknya orangtua memahami apa bakat anaknya agar tidak memaksa anak untuk belajar yang bukan bakatnya (2).
Jika anak dipaksa belajar yang bukan bakatnya, maka tidak akan berhasil dibidang itu (3).
Jika tidak mengenal bakat anak, tanpa sadar kadang orangtua memaksa anak belajar yang bukan bakatnya.
Misal 1:
Anak yang suka boros (at tabdzir) akan sulit berhasil jika dipaksa belajar untuk menjadi sederhana (al qona’ah). Tetapi akan mudah berhasil jika dibimbing untuk menjadi dermawan (al juud).
Karena bakat anak adalah dermawan (al juud).
Misal 2:
Anak yang suka keluyuran keluar rumah karena mengekor kepada teman-temannya (al imma’ah), akan sulit berhasil jika dipaksa untuk diam di rumah (ash shomt). Tetapi akan mudah berhasil jika dibimbing untuk berkumpul dengan teman-temannya untuk melakukan kebaikan (al ulfah).
Karena bakat anak adalah suka bersatu (al ulfah).
Misal 3:
Anak yang suka mengurung diri di rumah karena minder (al mihaanah) akan sulit berhasil jika dipaksa belajar untuk menjadi suka berkumpul dengan teman-temannya (al ulfah). Tetapi akan mudah berhasil jika dibimbing untuk menjadi rendah hati (tawaadhu’).
Karena bakat anak adalah rendah hati (tawaadhu’).
Misal 4:
Anak suka berkelahi atau membully temannya untuk menguasainya (at tasalluth) akan sulit berhasil jika dipaksa belajar untuk mengalah atau melayani temannya (al khidmah). Tetapi akan mudah berhasil jika dibimbing untuk menjadi berani untuk memimpin teman-temannya agar berbuat kebaikan (asy syajaa’ah).
Karena bakat anak adalah berani (asy syajaa’ah).
Misal 5:
Anak yang tidak sabaran ketika akan melakukan sesuatu (al ‘ajaalah), akan sulit berhasil jika dipaksa untuk berlatih sabar (ash shobr). Tetapi akan mudah berhasil jika dibimbing untuk menjadi bersemangat untuk melakukan sesuatu tanpa tergesa-gesa (al aziimah).
Karena bakat anak adalah semangat (al aziimah).
Misal 6:
Anak suka lupa waktu dan berdiam diri ketika bermain hape, akan sulit dicegah kecanduan hapenya jika hapenya diambil paksa. Tetapi akan mudah berhasil jika tetap bermain hape tetapi banyak diberi tugas untuk menulis syair, menulis kisah diri (antologi), atau artikel-artikel lain yang terkait dengan perasaannya (Asy syu’uur).
Karena bakat anak adalah berperasaan (asy syu’uur).
Jadi
Kenali watak bawaan anak, karena watak bawaan anak yang menjadikan dirinya berbeda dengan yang lain, itulah bakatnya.
Agar orangtua tidak memaksa anaknya belajar yang bukan bakatnya, tanpa disadari!
Wallahu a’lam
Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS) Semarang
Catatan:
(1) Allah ta’ala berfirman:
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا
Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.(QS. Al Isra’: 84)
Penulis : Abdul Kholiq, Hafidzahullah
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment