ADA PELAJARAN DI BALIK SETIAP PERISTIWA

ADA PELAJARAN DI BALIK SETIAP PERISTIWA

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

SEBERAPA PARAH AKU MENDERITA?

ADA PELAJARAN DI BALIK SETIAP PERISTIWA

Kita tidak akan memahami anak tanpa pernah berusaha menyelami dunianya. Sebab, apa yang tampak sederhana bagi orang dewasa, bisa jadi merupakan pergulatan besar bagi seorang anak.

Kita tidak akan memahami arti kesabaran dalam mendidik tanpa pernah diuji oleh perilaku anak yang sulit dimengerti. Sebab, kesabaran bukan hanya tentang menahan amarah, tetapi juga tentang kesediaan mencari tahu apa yang sedang terjadi di balik perilakunya.

Kita tidak akan belajar memahami kesalahan anak jika setiap kesalahan hanya dibalas dengan kerasnya teguran. Sebab, di balik kesalahan ada proses belajar, ada ketidaktahuan yang perlu dituntun, dan ada kesempatan untuk mengenalkan tanggung jawab.

Kita tidak akan memahami makna kegagalan jika hanya mengukur anak dari keberhasilannya. Sebab, terkadang kegagalan sedang mengajarkan ketangguhan, sementara keberhasilan yang terlalu mudah justru belum tentu membentuk keteguhan.

Kita tidak akan mengenali keunikan anak jika terus-menerus membandingkannya dengan anak lain. Sebab, setiap anak membawa fitrah, potensi, kecenderungan, dan irama tumbuh yang tidak selalu sama.

Kita tidak akan menemukan bahasa hati anak jika hanya terpaku pada upaya mengajarinya bahasa kepatuhan.
Sebab, anak yang diam belum tentu memahami, anak yang menurut belum tentu menghayati, dan anak yang membantah belum tentu karena sedang kehilangan adab.

Kita tidak akan memahami makna keterlambatan jika selalu memaksakan kecepatan. Sebab, tidak semua yang lambat berarti tertinggal. Ada anak yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk memahami sesuatu, tetapi menyimpan kedalaman yang tidak segera terlihat.

Kita tidak akan mengenali potensi anak jika hanya melihat kekurangannya sebagai kelemahan. Sebab, terkadang sesuatu yang kita anggap kelemahan justru menyimpan pintu menuju keunikan bakatnya.

Kita tidak akan memahami arti pendidikan jika hanya berorientasi pada hasil prestasi yang dipamerkan. Sebab, ada pertumbuhan yang tidak tercatat dalam angka, ada kemajuan yang tidak terlihat dalam rapor, dan ada perubahan hati yang tidak bisa diukur dengan nilai soal ujian.

Kita tidak akan menjadi pendidik yang bijaksana jika merasa selalu benar dalam menilai anak. Sebab, bisa jadi bukan anak yang sulit diarahkan, melainkan kita yang belum menemukan cara untuk menuntunnya.

Kita tidak akan memahami bahwa pendidikan adalah proses menumbuhkan jika setiap hari hanya menuntut anak menjadi seperti yang kita inginkan. Sebab, tugas pendidik bukan mencetak anak menjadi salinan dirinya, melainkan menuntun setiap fitrah agar tumbuh pada jalan terbaiknya.

Sebab, selalu ada pelajaran di balik setiap peristiwa, dan hikmah yang terkandung didalamnya yang hanya bisa diraih oleh orang yang berakal.

Allah Ta’ala berfirman:

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan Al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah ayat 269)

Maka renungkan dan perhatikanlah….

Anak yang melakukan kesalahan mengajarkan kita tentang cara menuntun.

Anak yang mengalami kegagalan mengajarkan kita tentang arti proses.

Anak yang berbeda-beda mengajarkan kita tentang keluasan pandangan.

Anak yang sulit dipahami mengajarkan kita untuk lebih banyak mendengar.

Dan anak yang tidak sesuai harapan justru sedang menguji: apakah benar kita mendidiknya dengan ketulusan, atau hanya ingin mewujudkan ambisi diri melalui anak?

Jangan sampai kita begitu mudah menemukan kesalahan anak, tetapi begitu sulit menemukan kekeliruan dalam cara kita memandang dan memperlakukannya.

Sebab, dalam pendidikan, bukan hanya anak yang sedang bertumbuh. Pendidik pun seharusnya terus belajar, bertumbuh dan berbenah memperbaiki dirinya.

Penulis : Khusna Banaha, Hafidzahallah

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *