TIDAK NAKAL, TIDAK HEBAT

TIDAK NAKAL, TIDAK HEBAT

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

TIDAK NAKAL, TIDAK HEBAT

TIDAK NAKAL, TIDAK HEBAT

Setiap anak terlahir dalam keadaan memiliki kecenderungan kuat untuk berbuat sesuatu, yaitu fitrah yang berupa potensi unggul yang disebut bakat(1).

Disisi lain setiap anak terlahir dalam keadaan tidak mengetahui apapun (2).

Sehingga setiap anak cenderung berbuat sesuatu, tetapi belum tahu harus berbuat seperti apa. Hal ini menjadikan perbuatannya sering salah. Dan kesalahan ini sering disebut dengan istilah nakal.

Meskipun sering berbuat nakal, tetapi Allah ta’ala memaafkan semua kesalahannya (3).

Dengan demikian, setiap kenakalan anak sejatinya adalah potensi hebatnya, hanya saja belum tampak buahnya.

Maka anak berbuat nakal adalah wajar. Karena kenakalan adalah fitrahnya dan perlu dituntaskan sesuai masa emasnya, mengikuti perkembangan pengetahuannya.

0 – 7 tahun : Dituntaskan semua kenakalan yang tidak membahayakan.
7 – 10 tahun: Kenakalan anak ditegur, tetapi tanpa ketegasan.
10 tahun – Baligh: Semua kenakalannya ditekan untuk tidak terjadi, meskipun masih dimaafkan Allah ta’ala.

Hingga setelah baligh, seharusnya telah tuntas semua nakalnya.
Jangan sampai anak kita terlambat nakalnya yang baru muncul setelah baligh.

Jadi …
Tidak nakal, tidak hebat!

Catatan:

(1) Sebagaimana firman Allah ta’ala di QS. Al Isro’, 84
(2) Sebagaimana firman Allah ta’ala di QS. An Nahl, 78
(3) Hadits tentang diangkatnya pena catatan amal.

Berkata Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

ينبغي للإنسان إذا وهب الله له ولدا غير صالح أن يحرص على إصلاحه، وأن يلح على الله تعالى بالدعاء في أن يصلحه، وأن لا ييأس من رَوح الله، فكثيرا ما يصلح الولد بعد أن كان فاسدا.

“Semestinya bagi seseorang yang dianugerahi Allah anak yang tidak shaleh untuk bersungguh-sungguh memperbaikinya, dan hendaknya dia bersungguh-sungguh dalam berdoa memohon kepada Allah agar memperbaikinya serta tidak berputus asa dari rahmat Allah. Betapa banyak seorang anak yang tadinya rusak (nakal) kemudian menjadi baik”. (Syarh Bulughul Marom, 10/289)

Anak yang tadinya (nakal) menurut anggapan kita, bisa berubah menjadi baik, itu semua karena karunia dari Allah. Namun jika tetap (masih) berada pada kenakalannya, kita diperintahkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah dan terus bersungguh-sungguh memohon pertolongan Allah.

Anak yang baik (hebat) pun itu karena bawaan fitrah dari Allah yang dititipkan pada diri masing-masing anak, yang sejatinya semua anak memilikinya hanya saja pada (sebagian anak) masih tertutupi (belum nampak terlihat) karena berbagai hal.

Al Imam Ibnul ‘Izz (Abul Hasan Ali bin ‘Alaudiin bin ‘Ali) al Hanafi rahimahullah berkata :

الفطرة السليمة إذا لم يحصل لها ما يفسدها ، كانت مقرة بالصانع عابدة له.

Fitrah yang suci apabila tidak ada sesuatu yang dapat merusaknya, maka fitrah tersebut tetap meyakini adanya Sang Pencipta dan ia hanya tunduk beribadah kepadaNya saja. (Syarhu Aqidah at-Thahawiyah  hlm.17)

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *