MENDIDIK DENGAN SADAR DAN SABAR

MENDIDIK DENGAN SADAR DAN SABAR

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

MENDIDIK DENGAN SADAR DAN SABAR

MENDIDIK DENGAN SADAR DAN SABAR

Tidak semua yang bernama “niat baik” benar-benar melahirkan kebaikan.
Betapa banyak orang tua dan pendidik merasa sedang memperbaiki, padahal tanpa sadar sedang melukai.

Keinginan melihat anak segera berubah sering kali membuat tergesa. Ingin hasil cepat dan kepatuhan instan, ingin ketertiban tanpa proses.

Suara meninggi.
Tangan terangkat.
Kata-kata berubah menjadi senjata.

Dan semua itu disebut-sebut: pendidikan.
Padahal yang lahir,
bukan kesadaran—
melainkan ketakutan.
Bukan keikhlasan—
melainkan kepura-puraan.

Bentakan mungkin membuat anak diam.
Tamparan mungkin membuat anak tunduk.
Ancaman mungkin membuat anak patuh.

Namun diam bukan tanda paham.
Tunduk bukan tanda ridha.
Patuh bukan tanda cinta.

Di balik kepatuhan yang dipaksa,
sering tersembunyi kebohongan yang terlatih,
keberanian yang padam,
kepercayaan diri yang runtuh,
dan jiwa yang tumbuh dalam ketakutan.

Anak belajar satu hal yang berbahaya: menyembunyikan diri agar aman dan selamat.

Pendidikan yang keras dan menindas,
akan menanamkan kebengisan,
mematikan semangat, menumbuhkan kemalasan, bahkan melatih jiwa untuk berdusta demi menghindari hukuman.

Kekerasan tidak melahirkan karakter mulia—ia hanya melahirkan kepura-puraan.

Maka renungkanlah…
Apakah kita sedang mendidik akhlak mulia..?
Ataukah justru merusak karakter dengan ketakutan?

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”
(QS. Ali ‘Imran: 159)

Jika kepada Rasulullah ﷺ,
Allah mengingatkan tentang pentingnya kelembutan,
lalu bagaimana dengan kita yang penuh kekhilafan?

Rasulullah ﷺ bersabda dalam riwayat Sahih Muslim:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan menghiasinya, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu melainkan menjadikannya buruk.”

Kelembutan adalah hiasan pendidikan.
Kekerasan adalah cela yang merusaknya.

Wahai para pendidik…

Anak bukan objek pelampiasan lelah.
Mereka adalah amanah dari Allah.
Setiap bentakan akan terpatri dalam ingatan.
Setiap celaan bisa menetap dalam keyakinan diri mereka.

Jangan bungkus amarah dengan nama “tegas”.
Jangan balut kekerasan dengan istilah “demi kebaikan”.

Tegas tidak harus kasar.
Disiplin tidak harus melukai.
Didikan bisa kokoh tanpa harus menghancurkan jiwa.

Mereka mungkin lupa materi pelajaran,
namun tidak lupa bagaimana mereka diperlakukan.

Mari mendidik dengan sadar —
karena kita sedang mendidik generasi, bukan memuaskan emosi diri sendiri.

Mari mendidik dengan sabar —
karena karakter tumbuh dalam proses, bukan tekanan.

Mari mendidik dengan hati —
karena yang kita bangun bukan sekadar kepatuhan di dunia,
tetapi keselamatan mereka di akhirat.

Mari mendidik dengan sadar.
Mari mendidik dengan sabar.
Mari mendidik dengan hati yang takut kepada Allah.

Sebab pendidikan sejati bukan tentang siapa yang paling ditakuti—
tetapi siapa yang paling dirindukan ketika nasihatnya tak lagi terdengar.

Khusna Ummu Hubbi
HCE Indonesia

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *