┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
INDUSTRI SEKOLAH
INDUSTRI SEKOLAH
INDUSTRI mengandalkan branding untuk marketing.
Dengan marketing yang handal akan dapat menarik pelanggan yang banyak.
Banyaknya pelanggan akan menghasilkan pemasukan yang besar.
Pemasukan yang besar dapat digunakan untuk biaya produksi barang.
Produksi barang yang bagus akan dapat memuaskan pelanggan.
Puasnya pelanggan akan membuat bertambahnya pelanggan baru.
Makin banyak pelanggan makin besar keuntungan.
Makin besar keuntungan makin sukses sebuah industri.
Sehingga:
– Kepuasan pelanggan adalah target utama industri.
– Barang produksi dijadikan obyek untuk memuaskan pelanggan.
– Banyaknya pelanggan dan keuntungan besar menjadi ukuran keberhasilan industri.
Inilah gambaran sebuah industri.
SEKOLAH mengandalkan
nama besar untuk menarik perhatian masyarakat agar sekolah mendapat murid sebanyak-banyaknya.
Makin banyak murid, makin besar pula pemasukan SPP nya.
Pemasukan SPP yang besar dapat digunakan untuk biaya proses pembelajaran sesuai keinginan walimurid.
Kepuasan walimurid dapat menambah jumlah murid di tahun ajaran berikutnya.
Makin bertambah murid, maka makin besar pula pemasukannya.
Pemasukan yang besar akan meningkatkan saldo dana, yang dapat digunakan untuk membangun gedung dan fasilitas sekolah, sehingga daya tampung murid makin banyak lagi.
Sehingga:
– Kepuasan walimurid menjadi target utama sekolah.
– Murid dijadikan obyek untuk memuaskan walimurid.
– Banyaknya murid, gedung megah dan fasilitas mewah menjadi ukuran keberhasilan sekolah.
Jika gambarannya demikian,
bukankah ini merupakan gambaran industri sekolah.
Industri tujuannya dunia,
Sekolah tujuannya akhirat.
Namun jika keberhasilan sekolah diukur dari banyaknya murid, gedung megah, dan fasilitas mewah, bukankah ini mirip dengan industri?
Kelola sekolah mulai dari konsep pendidikan yang benar, bukan nama besar (1)
Fokus pada keamanan dan kenyamanan murid, bukan kepuasan walimurid (2)
Ukur keberhasilan dari proses, bukan dari hasil akhir (3)
Semoga Allah selalu membimbing dan memudahkan kita dalam mengelola sekolah dengan benar, bagi generasi umat ini.
Aamiin
______________________________
Catatan :
(1) Didalam Al-Quran Allah menerangkan yang paling mulia dihadapanNya hanyalah orang yang paling bertakwa, bukan yang dikenal ketokohannya, nama besarnya disisi manusia.
Allah Ta’la berfirman :
…اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ….
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa…”. (QS Al Hujurat : 13)
(2) Menciptakan rasa aman bagian dari ketakwaan dan ciri seorang mukmin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَلا أُخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ ؟ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ، وَالمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang ciri seorang mukmin? Yaitu dia yang orang lain merasa aman dari gangguannya terhadap harta dan jiwanya. Dan muslim adalah dia yang orang lain merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Ahmad no.23958, dishahihkan al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no.549)
Berkata Al Fudhail bin Iyadh rohimahullah :
لا يكون العبد من المتقين حتى يأمنه عدوه
“Tidaklah seseorang dikatakan sebagai orang yang bertakwa sampai musuhnya merasa aman darinya”. (Siyar a’lamin nubala’ 8/427)
(3) Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan :
فالله هو الذي زرع لهم جلَّ وعلا، فأنبت النبات وحفظه وسلَّمه حتى حصدوه، وهكذا الغراس، ولو شاء لجعله حطامًا، لو شاء لم يُنبته، ثم لو شاء لحطمه وأتلفه بعدما نبت، وأنزل عليه من الآفات ما يُهلكه، كما قد يقع،
“Allah-lah yang telah menanamkan (tumbuhan liar) untuk mereka, Maha Suci dan Maha Tinggi Dia. Dialah yang menumbuhkan tanaman, menjaganya, dan menyampaikan kondisinya hingga mereka bisa memanennya. Begitu pula dengan tumbuhan yang dibudidayakan (manusia). Seandainya Dia berkehendak niscaya Dia mampu menjadikan tanaman itu hancur binasa. Seandainya Dia berkehendak niscaya tidak menumbuhkannya sama sekali. Begitu pun seandainya Dia berkehendak niscaya menghancurkan dan membinasakannya setelah sempat tumbuh, serta (Dia Mahamampu) menurunkan berbagai hama yang dapat merusaknya sebagaimana memang kadang terjadi”.
فهو سبحانه الجواد، الكريم، المنعم، الميسر، فالعبد عليه السبب الذي أمر به، والله سبحانه هو الذي يسَّر له الغنيمة والفائدة، وحفظ عليه الزرع والنخل، وغير ذلك من أنواع الغراس.
“Maka Dialah Allah, Maha Pemurah, Maha Mulia, Maha Pemberi nikmat, dan Maha Memudahkan. Sedangkan hamba hanyalah berkewajiban melakukan sebab-sebab yang diperintahkan kepadanya. Sementara Allah-lah yang memudahkan hasil, keuntungan, menjaga tanaman, pohon kurma, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya”. (Syarh Kitab Al Harts wa Al Muzaro’ah min Shahih Al Bukhari)
Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment