KENAKALAN ANAK YANG PALING BERBAHAYA
Kenakalan anak yang paling berbahaya …
bukan anak yang suka mencuri,
bukan anak yang putus sekolah,
bukan anak jalanan yang tak mau pulang,
bukan anak yang suka berkelahi,
bukan anak yang suka merusak mainan,
bukan anak yang membuat barang-barang di rumah berantakan.
Kenakalan anak yang paling berbahaya adalah anak yang mengerjakan sholat …,
tetapi anak melakukannya karena takut dimarahi orangtuanya,
takut mendapat hukuman dari ustadznya,
takut dapat nilai jelek dari gurunya,
takut ini
takut itu.
Anak melakukan sholat bukan karena kecintaan kepada Allah ta’ala, tetapi karena ada faktor lain selain Allah. (1)
Ini termasuk riya’, dan riya’ adalah termasuk syirik walaupun syirik kecil tetapi merupakan hal yang paling dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam(2).
Syirik adalah dosa besar yang terbesar(3), dan Allah tidak akan mengampuninya(4), kecuali pelakunya telah bertaubat kepada Allah ta’ala.
Wahai para pendidik dan orangtua …
Janganlah kau bangga karena anakmu telah rajin dan tenang dalam melakukan sholat, tanpa kau perhatikan kecintaannya kepada Allah ta’ala. Bisa jadi anakmu melakukannya karena tekanan darimu, karena paksaanmu, karena ancaman darimu, tanpa kau sadari.
Oleh karena itu …
Sebelum anak diperintah untuk sholat pada usia 7 tahun(5), harusnya terlebih dahulu ditumbuhkan kecintaan (mahabbah) kepada Allah ta’ala, sehingga ketika mereka melakukan sholat benar-benar didasari kecintaan kepada Allah ta’ala.
Jika mahabbah belum tumbuh pada diri anak, kemudian digegas untuk segera tertib dalam sholat karena ketergesaan orangtuanya untuk segera melihat anaknya sholeh, maka ujung-ujungnya adalah “pemaksaan”. Inilah penyebab munculnya benih penyakit berbahaya pada diri anak berupa riya’ yang membahayakan diri anak itu sendiri (naudzubillahi min dzalik)
Tumbuhkan mahabbah sebelum dilatih syariat.
Demikian juga belajarnya anakpun termasuk kenakalan, jika belajarnya bukan karena untuk menghilangkan kebodohan, tetapi untuk mendapatkan angka-angka nilai dan rangking.
Sebenarnya tidak ada anak nakal, kenakalan yang dinisbatkan kepada anak sebenarnya bermakna munculnya benih-benih penyimpangan terhadap syariat. Karena anak tidak ada catatan dosa hingga aqil baligh.
Catatan kaki: