BAHASA HATI BUKAN PEMBIARAN

BAHASA HATI BUKAN PEMBIARAN

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

BAHASA HATI BUKAN PEMBIARAN

BAHASA HATI BUKAN PEMBIARAN

Pembiaran itu merupakan sikap tidak melakukan tindakan apapun baik lisan maupun gerakan yang didasari rasa jengkel, kecewa, ketidakpedulian, bahkan benci kepada yang dibiarkan.

Sedangkan bahasa hati adalah sikap, ucapan, atau tindakan yang didasari kasih sayang untuk menumbuhkan kecintaan pada diri seseorang.

Misal kasus:
Anak SMA bermasalah, sudah dinasehati lisan tidak diperhatikan, ketika ditegasi tambah menjadi parah keadaannya.

Penanganan:

– Metode pembiaran:
Orangtua merasa jengkel karena anak sudah dinasehati tidak diperhatikan, juga ditegasi tambah parah, akhirnya orangtua hanya diam saja tidak bertindak karena merasa serba salah dan merasa tidak memiliki cara lain untuk mendidik anaknya. Ini merupakan pembiaran.

– Metode bahasa hati:
Karena sudah ditangani dengan nasehat (bahasa lisan) tidak ada perubahan, ditegasi (bahasa tangan) juga menjadi parah, maka orangtua menyikapi anak dengan diam, namun diamnya tetap didasari rasa cinta, penuh senyuman dan pemaafan. Ini merupakan bahasa hati.

Kedua cara tersebut tampak mirip, yaitu sama-sama diam tidak bertindak, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang sangat jauh.
Pembiaran itu tanpa rasa cinta, sedang bahasa hati dengan penuh cinta.
Pembiaran tidak mengatasi masalah, bahkan bisa memperparah keadaan.
Sedangkan bahasa hati akan menumbuhkan cinta anak kepada orangtuanya, sehingga setelah rasa cinta tumbuh, maka anak akan lebih mendengarkan dan mematuhi apa kata orangtuanya, Insya Allah.

Bahasa hati bukan berarti hanya diam berperasaan dengan hati saja tanpa tindakan apa-apa, tetapi bahasa hati disamping berupa sikap diam penuh cinta, bisa berupa nasehat lisan penuh cinta, atau ketegasan dengan penuh cinta.

Diantara bahasa hati adalah:
1. Pujian (kata-kata penyemangat)
2. Hadiah (tanpa syarat)
3. Kebersamaan
4. Sentuhan
5. Pemaafan
6. Pengorbanan

Catatan:

– Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطعْ فَبِقَلبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإيْمَانِ
“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya dia ubah dengan tangannya, jika tidak mampu hendaknya diubah dengan lisannya, dan jika tidak mampu hendaknya dengan hatinya, dan inilah iman paling lemah”. (HR. Muslim, 49)

– Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
فالانسان عبد محبوبه كائنا ما كان !
“Seseorang akan menjadi budak bagi apa yang dicintainya, apapun keadaannya!” (Ibnul Qayyim, Addaa’ waddawaa’ , 425)

– Syaikh Saad Riyadh hafidhahullah mengatakan,
وَاِذَا أَحَبَّهُ الأَبْنَاءُ فَسَوْفَ يُحِبُّوْنَ مَا يُحِبُّ
“Jika anak-anak mencintai pendidiknya, maka anak-anak akan mencintai juga apa yang dicintai oleh pendidiknya”. (Dr. Saad Riyadh, Kaifa nuhabbibul qur’aana li abnaa’inaa, 14)

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *