KENAKALAN ANAK YANG PALING BERBAHAYA

KENAKALAN ANAK YANG PALING BERBAHAYA

KENAKALAN ANAK YANG PALING BERBAHAYA

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

KENAKALAN ANAK YANG PALING BERBAHAYA

KENAKALAN ANAK YANG PALING BERBAHAYA

Kenakalan anak yang paling berbahaya …
bukan anak yang suka mencuri,
bukan anak yang putus sekolah,
bukan anak jalanan yang tak mau pulang,
bukan anak yang suka berkelahi,
bukan anak yang suka merusak mainan,
bukan anak yang membuat barang-barang di rumah berantakan.

Kenakalan anak yang paling berbahaya adalah anak yang mengerjakan sholat …,
tetapi anak melakukannya karena takut dimarahi orangtuanya,
takut mendapat hukuman dari ustadznya,
takut dapat nilai jelek dari gurunya,
takut ini
takut itu.

Anak melakukan sholat bukan karena kecintaan kepada Allah ta’ala, tetapi karena ada faktor lain selain Allah. (1)
Ini termasuk riya’, dan riya’ adalah termasuk syirik walaupun syirik kecil tetapi merupakan hal yang paling dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam(2).

Syirik adalah dosa besar yang terbesar(3), dan Allah tidak akan mengampuninya(4), kecuali pelakunya telah bertaubat kepada Allah ta’ala.

Wahai para pendidik dan orangtua …
Janganlah kau bangga karena anakmu telah rajin dan tenang dalam melakukan sholat, tanpa kau perhatikan kecintaannya kepada Allah ta’ala. Bisa jadi anakmu melakukannya karena tekanan darimu, karena paksaanmu, karena ancaman darimu, tanpa kau sadari.

Oleh karena itu …
Sebelum anak diperintah untuk sholat pada usia 7 tahun(5), harusnya terlebih dahulu ditumbuhkan kecintaan (mahabbah) kepada Allah ta’ala, sehingga ketika mereka melakukan sholat benar-benar didasari kecintaan kepada Allah ta’ala.

Jika mahabbah belum tumbuh pada diri anak, kemudian digegas untuk segera tertib dalam sholat karena ketergesaan orangtuanya untuk segera melihat anaknya sholeh, maka ujung-ujungnya adalah “pemaksaan”. Inilah penyebab munculnya benih penyakit berbahaya pada diri anak berupa riya’ yang membahayakan diri anak itu sendiri (naudzubillahi min dzalik)

Tumbuhkan mahabbah sebelum dilatih syariat.

Demikian juga belajarnya anakpun termasuk kenakalan, jika belajarnya bukan karena untuk menghilangkan kebodohan, tetapi untuk mendapatkan angka-angka nilai dan rangking.

Sebenarnya tidak ada anak nakal, kenakalan yang dinisbatkan kepada anak sebenarnya bermakna munculnya benih-benih penyimpangan terhadap syariat. Karena anak tidak ada catatan dosa hingga aqil baligh.

Catatan kaki:

(1) Allah ta’ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6

“Maka, celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya.”( QS. Al-Ma’un: 4- 6)

(2) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’ (HR. Ahmad 5: 429)

(3) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ – ثَلَاثًا- قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ. وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ: أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ، فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ

“Maukah aku beritahukan kepadamu dosa besar yang paling besar?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tiga kali. Kami (para Shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasûlullâh.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyekutukan Allâh dan durhaka kepada kedua orang tua.”Awalnya Beliau bersandar kemudian duduk dan bersabda, “Serta camkanlah, juga perkataan bohong dan saksi palsu.” Nabi selalu mengulanginya sehingga kami berkata (dalam hati kami), “Semoga Beliau diam.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

(4) Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

(5) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ 

“Perintahkan anakmu sholat pada saat umur 7 tahun” (HR: Abu Dawud dan Hakim)

Penulis : Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

TEGAS BELUM TENTU LEBIH BAIK

TEGAS BELUM TENTU LEBIH BAIK

TEGAS BELUM TENTU LEBIH BAIK

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

TEGAS BELUM TENTU LEBIH BAIK

TEGAS BELUM TENTU LEBIH BAIK

Telah beredar pemahaman dalam dunia pendidikan, yang menyatakan bahwa dalam mendidik makin tegas maka makin baik. Sehingga yang dianggap pendidikan hebat adalah pendidikan yang menerapkan sistem pendisiplinan ketat, pengawasan ketat, dan diberi hukuman jika ada pelanggaran.

Benarkah demikian?

Sebenarnya ketegasan merupakan salah satu metode pembelajaran, yang belum tentu cocok dengan semua kondisi anak. Tegas merupakan metode bahasa tangan yang efektif diterapkan kepada pribadi yang telah tumbuh kecintaannya dan telah berilmu, tetapi lalai dalam beramal. Adapun jika ketegasan diterapkan kepada anak yang belum tumbuh kesadaran atau kecintaannya, cara ini akan dapat melukai bahkan dapat mematahkan hatinya..

Jika sikap tegas diterapkan pada semua anak tanpa peduli bagaimana kondisinya, tentu besar kemungkinannya akan ada anak yang terluka dengan metode ini. Sebab tidak semua anak memiliki kondisi yang sama yang selalu siap untuk ditegasi.

Ada anak yang akan tersentuh kesadarannya dengan kelembutan hati.
Ada anak yang akan memperbaiki perilakunya dengan nasehat lisan.
Ada anak yang berhenti berbuat kesalahan dengan diberi ketegasan dan hukuman (*).

Kenali kondisi anak, sebelum menindak.

Catatan:

*Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

“Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim, no. 49)

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻