MENGAKUI KESALAHAN

MENGAKUI KESALAHAN

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

MENGAKUI KESALAHAN

MENGAKUI KESALAHAN

Orang yang mengakui kesalahan yang pernah dilakukan lebih utama dari pada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Sering kali orang yang pernah melakukan kesalahan dihukumi sebagai orang yang tidak baik dan sudah tidak bersih lagi dirinya. Padahal justru orang yang pernah melakukan kesalahan memiliki peluang untuk meninggikan derajatnya melebihi orang yang tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun, asalkan dirinya mau mengakui kesalahannya dan kemudian bertaubat. Karena setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mau bertaubat (1).

Demikian dalam mendidik anak, kadang orangtua melakukan kesalahan sehingga melukai jiwa anak.

Jangan berkecil hati dan putus asa untuk melakukan pemulihan, karena orang tua yang mau melakukan pemulihan pada pendidikan anaknya akibat kesalahan yang pernah dilakukannya, jauh lebih baik dari pada orangtua yang hanya tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun dalam mendidik anak (2).

Jangan ungkit-ungkit kesalahan yang pernah diperbuat orang lain hanya untuk menjatuhkan dirinya, bisa jadi karena taubatnya yang tidak terlihat oleh manusia menjadikan derajatnya lebih tinggi dari orang yang merendahkannya.

Melakukan kesalahan bukanlah suatu kerendahan derajat, melainkan menjadi peluang untuk menjadi lebih utama dari sebelum melakukan kesalahan.

Catatan:

(1) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat”. (HR. At-Tirmidzi (no. 2499), Ibnu Majah (no. 4251), Ahmad (III/198), al-Hakim (IV/244))

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ اْلعِبَادَ لَمْ يُذْنِبُوْا، لَخَلَقَ اللهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، ثُمَّ يَغْفِرُ لَهُمْ، وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Seandainya para hamba tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa, kemudian Allah akan mengampuni mereka, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (HR. Al-Hakim (IV/246), Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah (VII/204), dan dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Sil-silah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 967)).

(2) Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Kegembiraan Allah dengan taubat hamba-Nya – padahal tidak pernah ada ketaatan semisalnya –hal itu menunjukkan akan agung dan keutamaan taubat di sisi Allah. Dan beribadah dengannya termasuk diantara ibadah yang sangat mulia. Hal ini menunjukkan bahwa pelakuknya akan kembali lebih sempurna dibandingkan dengan sebelumnya”. (Toriqul Hijrain, Hal. 244)

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *