┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
MENDENGAR TANPA MENYELA
MENDENGAR TANPA MENYELA
Diam mendengarkan sering dianggap tak mampu bicara, bahkan dianggap tak bertanggung jawab, lemah tak mampu memberi solusi dan cara. Padahal mendengar justru lebih utama dari pada banyak berbicara.
Banyak orang belajar bagaimana cara berbicara yang baik, dengan maksud agar mampu menyampaikan makna-makna. Sedangkan mendengar dianggap tak perlu dipelajari karena mudah dan sederhana, padahal justru mendengar jauh lebih sulit dari sekadar berbicara.
Banyak masalah selesai bukan dengan banyak bicara, namun justru karena banyak mendengar.
Ketika seseorang sedang emosional, menumpahkan semua kekesalannya, maka dengan didengar akan mampu menurunkan emosinya.
Ketika istri berkeluh kesah, kadang cemburu, curiga, ngomel, ngambek, atau marah-marah, jika didengarkan dengan baik tanpa disela, insya Allah akan segera baik-baik saja, karena istri sebenarnya hanya ingin didengar bukan meminta solusi. Demikian juga sebaliknya dengan suami.
Banyak anak yang tumbuh kesadarannya bukan karena banyak diceramahi dengan nasehat, namun karena banyak didengar, yang menjadikan dirinya merasa diperhatikan dan dihargai. Lalu dengan inilah dirinya mau menerima nasehat dari orang yang telah memperhatikan dan menghargainya.
Berilah kesempatan kepala anak untuk menyampaikan semua yang ingin disampaikan hingga berhenti berbicara, barulah mulai diapresiasi dengan kata-kata positif (1), yang menjadikan dirinya merasa diterima, dimengerti, dan dihargai. Inilah yang akhirnya memicu tumbuhnya kesadaran bagi anak. Insya Allah.
Mendengar adalah bahasa hati yang paling mendalam (2), yang di dalamnya mengandung perhargaan, perhatian, penerimaan, dan pemaafan.
Catatan:
(1) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah berkata baik atau hendaklah diam”. (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, 6018; Muslim, 47)
(2) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wasallam ketika ada orang yang berbicara dengan Beliau, didengarkannya dengan baik hingga selesai.
Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment