MENGENAL BAKAT CARA ALAMI

MENGENAL BAKAT CARA ALAMI

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

MENGENAL BAKAT CARA ALAMI

MENGENAL BAKAT CARA ALAMI

Bakat adalah sifat yang dominan pada diri anak (1).
Bakat dapat dipetakan atau dilihat pada perilaku anak yang berulang-ulang dan spontan dalam melakukannya tanpa persiapan terlebih dahulu (mudah dalam melakukannya) (2).
Apapun perilaku anak yang berulang dan spontan, dapat dikategorikan sebagai potensi bakat, asal perilaku tersebut tidak membahayakan. Karena semua kesalahan anak tidak dianggap sebagai perbuatan dosa (3).

Berikut adalah beberapa contoh perilaku anak yang merupakan aktifitas bakatnya (dalam Bahasa Jawa harian):

1. “Mbantahan”

Yaitu anak yang suka membantah, cemburuan, tak mau mengalah, suka menyalahkan, cerewet, boros, suka mengatur, dsb.

Kategori Bakat: Ego tinggi – Sosial.
Nama Bakat: Mempengaruhi (التأثير)
Aktifitas bakat: Bertemu orang untuk mempengaruhi
Peran masa depan yang sesuai: Pimpinan, Manajer, Pengusaha, Supervisor, Kepala Sekolah, Trainer, Motivator, dsb.

2. “Ngilangan”

Yaitu anak yang suka keluar rumah bermain bersama teman-temannya untuk ngobrol, berbagi cerita dengan wajah berseri-seri, bantu membantu agar sama-sama ringan, suka membuat janji untuk berkumpul, dsb.

Kategori Bakat: Ego Sedang – Sosial.
Nama Bakat: Bekerjasama (التعامل)
Aktifitas bakat: Bertemu orang untuk bekerjasama
Peran masa depan yang sesuai: Humas, Guru, Relator, Tim Marketing, Sales, Tour Leader, Tour Guide, Public Relation, dsb.

3. “Ngintilan”

Yaitu anak yang suka ikut-ikutan temannya, suka melayani, mengalah, suka dimanfaatkan, amanah, rendah hati, tidak tergesa, santun, dsb.

Kategori Bakat: Ego Rendah – Sosial.
Nama Bakat: Melayani (الخدمة)
Aktifitas bakat: Bertemu orang untuk melayani.
Peran masa depan yang sesuai: Guru TK, Relawan, Perawat, Bidan, Pengasuh Pondok Anak Yatim, Petugas Sosial, Pelayan Publik, Asisten Pribadi, dsb.

4. “Rasabaran”

Yaitu anak yang tidak sabar untuk mendapatkan sesuatu, keinginannya tidak dapat dicegah dan harus dituruti, gengsinya tinggi, jaim (jaga image), suka lupa waktu jika mengerjakan sesuatu karena ingin segera selesai, mintanya barang yang bagus (perfeksionis), dsb.

Kategori Bakat: Ego Tinggi – Individual.
Nama Bakat: Bekerja Keras (الحماسة)
Aktifitas bakat: Menyendiri untuk bekerja keras.
Peran masa depan yang sesuai: Pemborong Proyek, Produsen, Quality Controller, Teknisi, Terapis, ahli Teknik Mesin, Bangunan, Listrik, Auditor, Pengawas, Penegak Disiplin, TNI, Polisi, dsb.

5. “Mikiran”

Yaitu anak yang suka berpikir, suka menganalisa, berpikir strategik, suka menghitung, berpikir logika, mudah paham jika dijelaskan, cerdas, dsb.

Kategori Bakat: Ego Sedang – Individual.
Nama Bakat: Berpikir (التفكير)
Aktifitas bakat: Menyendiri untuk berpikir.
Peran masa depan yang sesuai: Ahli Ilmu Agama, Ahli Matematika, Fisika, Kimia, Komputer, IT Programmer, Dokter, Dosen, Guru SMA, dsb.

6. “Nangisan”

Yaitu anak yang pemalu, pendiam, perasaannya sensitif, penyabar, menerima apa adanya, sering diam jika ditanya, suka menggambar, menulis cerita, dsb.

Kategori Bakat: Ego Rendah – Individual.
Nama Bakat: Berperasaan (الشعور)
Aktifitas bakat: Menyendiri untuk berperasaan.
Peran masa depan yang sesuai: Ahli hikmah, Ahli Ilmu Jiwa, Sastrawan, Penyair, Penulis, Novelis, Animator, Designer, Seniman, dsb.

Catatan:

(1) Allah ta’ala berfirman:
قُلۡ كُلّٞ يَعۡمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَىٰ سَبِيلٗا
“Katakanlah: ‘Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing’. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”. (QS. Al Isra’: 84)

“Keadaannya masing-masing” ditafsirkan dengan makna tabiatnya masing-masing (Tafsir Al Qurtubi). Tabiat bawaan adalah bakat.

(2) Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus dilakukan meskipun sedikit (mudah dalam melakukannya)”. (HR. Al Bukhari 6464, Muslim 783)

(3) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الصَّغِيرِ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

“Pena (catatan amal) diangkat dari tiga orang, yaitu; orang yang tidur hingga terbangun, anak kecil hingga baligh, dan dari orang yang gila hingga berakal”. (HR. Ibnu Mājah: 2041, Abu Dāwūd: 4398, dan An Nasa’i: 3432).

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *