┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
BERI KESEMPATAN UNTUK BERUBAH
BERI KESEMPATAN UNTUK BERUBAH
Ketika dihadapkan kepada perilaku anak yang tidak bisa diatur, menjengkelkan, bikin susah orangtua, kadang orangtua patah semangat untuk membimbingnya, lalu membiarkannya, dan kadang mengatakan, “Sudahlah, kehilangan anak satu tidak mengapa, anak sudah tidak bisa diatur, kerjaannya nyusahin orangtua …”. Dan ungkapan keputusasaan lainnya.
Orang sering terjebak pada anggapan seolah orang yang bersalah tidak bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Lupa bahwa hidup itu tidak selalu berjalan di garis lurus, melainkan bergerak di ruang luas untuk bisa bebas berubah.
Banyak terjadi bahwa perubahan sejati tidak selalu lahir dari orang yang tampak suci sejak awal. Justru lahir dari hati yang pernah gelap, lalu dengan adanya ruang kesempatan yang diberikan, maka muncullah cahaya yang paling terang biidznillah.
Sebab seorang yang hampir membunuh Rasulullah pun kini ternyata dimakamkan terbaring disamping beliau shallallahu alaihi wasallam.
Seseorang bisa berada di titik paling jauh dari kebaikan, bisa berada di titik terendah dari derajat kemuliaan, namun dengan diberi ruang kesempatan, hidayah datang dan berbalik menuju arah kebaikan yang sama sekali berbeda dengan arah sebelumnya biidznillah.
Memberi kesempatan bukan berarti membenarkan kesalahan yang ada, melainkan mengakui potensi fitrah manusia yang memang cenderung untuk tumbuh menjadi lebih baik. Jika kesempatan itu tidak diberikan, sebenarnya yang sedang terjadi adalah pengekangan fitrah kemanusiaan, yang justru dapat melukainya.
Beri kesempatan untuk berubah bukan dengan penghakiman atas kesalahannya, bukan pula dengan menakutinya dengan hukuman, melainkan dengan bahasa hati berupa doa, pemaafan, kebersamaan, atau pemberian perlindungan (*).
Wallahu a’lam
Catatan:
(*) Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata :
اجعل المخالف للحق كأنه مريض تريد معالجته، لا كأنَّه مجرمٌ تريد معاقبته.
“Jadikanlah seseorang yang menyelisihi kebenaran seperti orang yang sedang sakit yang engkau ingin mengobatinya, bukan seperti seorang penjahat yang ingin engkau menghukumnya”.
(Durusul Haramain, 143)
Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment