BERJALAN SENDIRI

BERJALAN SENDIRI

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

BERJALAN SENDIRI

BERJALAN SENDIRI

Berjalan sendiri melawan arah bukanlah berarti salah arah, meskipun kebanyakan orang enggan menempuhnya (1).

Sendiri berjalan melawan arah, serasa seperti disekap rasa sepi, diusik rasa gelisah, dan dihantui rasa takut yang ditanggung seorang diri. Namun justru dijalan sendiri inilah kualitas diri ditempa dan diuji. Hambatan bukanlah tanda untuk berhenti, melainkan peluang untuk menguatkan kualitas diri menjadi lebih tinggi. Seperti angin yang terasa seperti menghempas dan menghalangi, tetapi sebenarnya mengangkat untuk terbang lebih tinggi.

Banyak orang hanya memilih jalan yang ramai dilewati, yang terasa nyaman, mudah, dan lancar karena seolah ditanggung oleh banyaknya orang. Namun ketangguhan sejati jarang sekali tumbuh dari rasa nyaman, justru sering tumbuh dari penolakan dan kesulitan yang dihadapi seorang diri.Tanpa perlawanan, tidak ada dorongan untuk terbang lebih jauh dan tinggi

Demikian juga dengan jalan pendidikan, banyak orang memilih jalan ramai meskipun mengetahui jalan yang ditempuh adalah salah. Namun karena ketakutan untuk menempuh jalan kebenaran sendirian itulah, yang menjadikan dirinya berpedoman bahwa lebih baik salah bersama-sama dari pada benar sendirian.

Pada akhirnya, kebenaran yang menentang arah sering kali justru membawa ke tujuan yang lebih bermakna, jika berani menempuhnya sendiri, meskipun banyak orang yang menentangnya (2). Bukan seberapa kuat angin yang menghempas, namun seberapa tangguh dalam mempertahankan arah. Jika berani melaju sendiri ketika keadaan tidak nyaman, akan dirasakan bahwa rintangan bukanlah musuh, melainkan energi yang mengangkat ke tingkat yang lebih mulia.
Wallahu a’lam

Catatan:
(1) Allah ta’ala berfirman:

وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”. (QS. Al An’am: 116)

Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata :

واعلم أن أكثر الناس إنما هلكوا لخوف مذمة الناس وحب مدحهم، فصارت حركاتهم كلها على ما يوافق رضى الناس، رجاء المدح وخوفاً من الذم، وذلك من المهلكات فوجبت معالجته.

Dan ketahuilah bahwa kebanyakan manusia binasa karena takut celaan manusia dan ingin mendapatkan pujian mereka, sehingga segala gerak-geriknya selalu berusaha mengikuti kemauan manusia, demi mengharapkan pujian dan takut celaan mereka, padahal yang demikian termasuk hal yang dapat membinasakan sehingga perlu diobati penyakit ini.

Mukhtashar Minhaj Al-Qasidin

(2) Sebagian ulama’ mengatakan:

عليك بطريق الحق ولا تستوحش لقلة السالكين وإياك وطريق الباطل ولا تغتر بكثرة الهالكين

“Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang kan binasa”. (Ibnul Qayyim, Madarijus Salikin, 1:22)

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :

ما أقل من يعمل لله تعالى خالصا، لأن أكثر الناس يحبون ظهور عباداتهم

“Alangkah sedikitnya orang yang beramal karena Allah ta’ala dengan ikhlas, karena kebanyakan manusia menginginkan agar amal ibadah mereka dilihat oleh orang lain”. (Shaidul Khathir hlm 338)

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *