LIBURAN BERMAKNA

LIBURAN BERMAKNA

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

LIBURAN BERMAKNA

LIBURAN BERMAKNA

Liburan sekolah sejatinya bukan jeda dari belajar, melainkan ruang pemulihan yang memberi makna bagi jiwa anak. Di tengah pendidikan yang kian padat oleh kognisi, target, dan capaian, liburan hadir sebagai waktu anak dipulangkan ke fitrahnya—beristirahat, bernapas lebih lapang, dan merasa aman dalam dekapan keluarga.

Anak bukan hanya makhluk berpikir dan bergerak, tetapi jiwa yang sedang bertumbuh. Jiwa itu membutuhkan jeda: melamun indah tanpa diminta, bermain bebas tanpa tujuan, tidur cukup tanpa rasa bersalah, tertawa lepas tanpa dievaluasi, serta berjalan pelan menyusuri hari. Dalam ketenangan itulah emosi diregulasi, rasa aman diteguhkan, dan mahabbah—cinta yang menenteramkan—diperkuat. Di sanalah liburan menemukan maknanya.

Liburan yang bermakna memberi ruang bonding keluarga: makan bersama tanpa tergesa, berbincang santai tanpa distraksi, menyentuh alam sambil menyebut asma Allah. Pada momen-momen sederhana itulah nilai keluarga tertanam—bukan lewat nasihat panjang, melainkan melalui kehadiran orang tua yang utuh. Anak belajar bahwa rumah adalah tempat paling ramah dan tenang, serta cinta adalah pengalaman yang nyata, bukan sekadar kata.

Beragam kegiatan liburan sering ditawarkan dengan dalih memberi ruang positif agar anak “bermanfaat”. Namun makna sejati liburan, terutama bagi anak pada fase tamyiz, bukan terletak pada melejitkan prestasi, melainkan menguatkan hati. Karena kesadaran sholat, adab, dan ketaatan tidak tumbuh dari padatnya agenda, tetapi dari jiwa yang tenang dan relasi yang hangat. Sebab iman pada anak tidak dimulai dari perintah, melainkan dari cinta yang dirasakan.

Jiwa yang diberi waktu untuk beristirahat akan memiliki ruang sunyi untuk refleksi dan kesadaran. Dari ketenangan itulah muncul inspirasi dan ide-ide cemerlang—bukan karena dorongan dari luar, tetapi mengalir dari dalam diri anak itu sendiri. Saat anak tidak terus diarahkan, dibandingkan, atau dikejar target, sifat bakat alamiahnya menemukan jalan tumbuhnya. Ia mulai mengenali apa yang membuat jiwanya hidup, apa yang membuatnya berseri, dan di sanalah fitrah bekerja—sebagaimana Allah Ta‘ala menciptakan setiap anak dengan keunikan masing-masing.

Liburan bermakna bukan berarti tanpa aktivitas. Ia tentang porsi dan niat: memilih kegiatan yang diminati anak, memberi ruang kosong di antara jadwal, serta mengutamakan kebersamaan daripada pencapaian. Ketika orang tua hadir tanpa obsesi, anak pun belajar mencintai proses—dan kelak, mencintai Rabb-nya dengan kesadaran.

Jika hari-hari sekolah lebih banyak mengisi pikiran dan melatih keterampilan, maka liburan adalah waktu mengakarkan hati.

Dan anak yang akarnya kuat, insyaAllah akan tumbuh kokoh dalam iman dan fitrah kemanusiaannya.
Maka berikanlah anak-anak liburan yang bermakna—ruang indah bagi tumbuhnya jiwa.

Khusna Banaha

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *