MALAS YANG INDAH

MALAS YANG INDAH

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

MALAS YANG INDAH

MALAS YANG INDAH

Malas sering dimaknai dengan sikap tidak mau berbuat sesuatu atau sikap menunda-nunda waktu atau sikap tidak disiplin.

Iika malas diartikan sebagaimana tersebut, maka malas sebenarnya bukanlah perilaku buruk, tetapi merupakan pesan atau sinyal bahwa telah terjadi sesuatu pada jiwa. Ada 2 kemungkinan kondisi jiwa ketika diri sedang malas, yaitu:

– Jiwa sedang kehilangan arah

Jika jiwa merasa tidak nyaman dengan sikap malas, maka sebenarnya sikap malas tersebut merupakan pesan atau sinyal bahwa ada yang salah dalam arah jiwa, yaitu niat, kemauan atau tujuan. Dalam kondisi yang demikian, seharusnya jiwa segera mencari dan menemukan arah terkuat yang sebenarnya terpendam dalam jiwa itu sendiri. Arah terkuat jiwa tersebut adalah bakat.

Jika arah terkuat tersebut telah ditemukan, maka jiwa akan tergerak lagi untuk melakukan sesuatu, entah dengan menulis, berbicara, atau bergerak. Selanjutnya sikap malas yang berfungsi sebagai pemberi sinyal salah arah tersebut akan menghilang.

– Jiwa telah menemukan arah

Jika jiwa merasa nyaman dengan sikap malas, menikmatinya, dan malas dijadikan sebagai zona nyamannya, maka sebenarnya sikap malas tersebut merupakan arah jiwa terkuatnya. Atau dapat dikatakan bahwa sikap malas tersebut adalah bakatnya.
Memang ada bakat yang dinakan malas?
Ada bakat yang menjadikan seseorang cenderung untuk banyak diam berpikir dan berimajinasi. Bakat tersebut antara lain, “berperasaan” atau “ego rendah individual”.
Jika seseorang dengan sikap malasnya menghasilkan ide-ide atau karya-karya yang kemudian ditulisnya, diucapkannya, atau dilakukannya, maka malas tersebut merupakan efek samping bagi bakatnya. Maka malas yang demikian merupakan malas yang indah. Seperti “malas” nya seniman yang sedang mencari inspirasi, “malas” nya penulis ketika mencari kata-kata yang sesuai, “malas” nya penyair yang sedang merangkai kalimat indah, “malas” nya designer yang membayangkan gambar yang indah, dan lainnya, yang nantinya akan ditulisnya, diucapkannya, atau dilakukannya.

Jadi, ketika melihat orang malas, anggaplah dia sedang menerima sinyal hilang arah atau memang malas itu adalah bakatnya.

Namun jika sikap malasnya berlarut-larut dan tidak menghasilkan ide-ide atau karya-karya, maka yang demikian itu benar-benar malas yang sebenar-benarnya.

Wallahu a’lam

Ustadz Abdul Kholiq hafidzahullah.
SKIS Semarang

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *