┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
MENGHAPUS NODA HATI
(Bagian 6: Membalut luka hati, ke 1)
MENGHAPUS NODA HATI (Bagian 6: Membalut luka hati, ke 1)
Ketika obat telah ditaburkan ke luka hati, agar rasa perih yang ada mereda, maka balutlah dengan kelembutan hati yang penuh dengan cinta sejati.
Jika kau merasa orang-orang disekitarmu membuatmu ingin marah, membuatmu jengkel, atau mereka semua tidak ada yang beres, tidak tau diri, tidak paham-paham,
Lalu rasa itu telah membuat bengkak jiwamu dan nyerinya telah menyiksamu, taburilah dengan sifat rendah hati pada luka itu sebagai obatnya. Meski terasa sangat perih karena hampanya validasi (pengertian) mereka, balutlah dengan merendahkan keakuan egomu serendah-rendahnya agar kau tak lagi haus akan pengakuan (validasi/pengertian) yang sejatinya tak kan pernah kau dapatkan dari mereka.
Tanyakan kepada jiwamu, dan
jawablah dengan jujur pada dirimu sendiri,
“Benarkah kau yang paling tinggi dari mereka?”
“Kalau ternyata kau bukan apa-apa, pantaskah kau mengharap pengakuan setinggi itu dari mereka?”
Jika kau jawab “ya”, selamat atas pilihanmu dan lanjutkan penderitaanmu!
Lalu arahkan pandanganmu ke arah atas kirimu, lihatlah egomu yang ketinggian, lalu katakan kepadanya “Kenapa kamu tinggi-tinggi, ayo turun!, ntar jatuh baru tau rasa”.
Ulangi dan ulangi hingga kau menjawab pertanyaanmu tadi itu dengan kata “tidak”.
Jika kau telah jawab “tidak”, rasa perih akan semakin kau rasakan.
Tetaplah bertahan pada rasa perih dalam menekan ego, dan tetaplah menjawab “tidak” dan “tidak” meski perih makin terasa karena beratnya membuang harapan pengakuan.
Tetaplah bertahan dan tanyakan terus dan terus, dan selau jawablah “tidak” hingga kau akhirnya tak merasakan rasa perihnya lagi.
Lalu tanyakan satu pertanyaan lagi kepada dirimu sendiri,
“Apa alasanmu hingga kau merasa tak pantas menerima penderitaan ini?”
Jika kau tak mampu menjawab,
Selamat!
Lukamu telah sembuh dan nikmatilah tenangnya jiwamu.
Jika kau menjawabnya, ulangi lagi ke pertanyaan sebelumnya tentang tingginya egomu.
Ketahuilah, penyakit yang kau derita ini namanya SOMBONG (al kibr,الكبر) (*).
Jika permintaan validasi untuk memuaskanmu terlalu tinggi, kau pasti akan menderita, karena kau tak akan mendapatkannya.
Jangan minta validasi kepada makhluk, pasti kau akan kecewa dan menderita.
Mintalah validasi hanya kepada Allah ta’ala, maka kau akan tercukupi dan tenanglah jiwamu.
Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS)
Semarang
Catatan:
(*) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا يَدخُلُ الجنَّةَ مَن كان في قَلبِه مِثقالُ ذَرَّةٍ مِن كِبرٍ، قال رجلٌ: إنَّ الرَّجُلَ يحِبُّ أن يكونَ ثوبُه حَسَنًا ونَعلُه حَسَنةً! قال: إنَّ اللهَ جميلٌ يُحِبُّ الجَمالَ. الكِبْرُ: بَطَرُ الحَقِّ وغَمطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. (HR. Muslim, no. 2749)
Penulis : Ustadz Abdul Kholiq Hafidzahullah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment