┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
TERAPIS TERBAIK
TERAPIS TERBAIK
Ketika anak mengalami kesulitan belajar, ledakan emosi, perilaku yang menantang, keterlambatan perkembangan, atau luka batin akibat pengalaman hidupnya, banyak orang tua segera mencari seorang ahli terapis, dengan harapan dapat memperbaiki kondisi anaknya.
Namun siapakah sejatinya terapis terbaik bagi seorang anak ?
Apakah orang asing bagi anak yang menemuinya satu atau dua jam dalam sepekan?
Ataukah orang yang setiap hari membersamainya, memeluknya, mendengarkan tangisnya, mengerti bahasanya, memahami riwayat, tabiat dan mencintainya tanpa syarat…?
Jawabannya sering kali lebih dekat daripada yang kita kira. Terapis terbaik bagi seorang anak adalah orang tuanya sendiri.
Bukan karena orang tua mengetahui banyak teori. Bukan pula karena orang tua memiliki ijazah atau sertifikat.
Tetapi karena Allah telah menitipkan pada hubungan orang tua dan anak sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh hubungan lainnya: cinta, keterikatan tali darah, dan kasih sayang.
Allah Ta’ala berfirman:
رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra: 24)
Kasih sayang bukan sekadar perasaan. Ia adalah kebutuhan fitrah manusia.
Banyak anak sesungguhnya….
Mereka tidak membutuhkan lebih banyak instruksi, tapi membutuhkan lebih banyak koneksi.
Mereka tidak membutuhkan lebih banyak koreksi, tapi membutuhkan lebih banyak penerimaan.
Mereka tidak membutuhkan lebih banyak penilaian, tapi membutuhkan lebih banyak pemahaman.
Sering kali perilaku yang dianggap “masalah” hanyalah bahasa lain dari jeritan jiwa yang sedang meminta pertolongan.
Anak yang mudah marah mungkin saja sedang kesulitan mengungkapkan rasa takutnya.
Anak yang sulit fokus, mungkin saja sedang berjuang menghadapi dunianya yang terasa terlalu berat.
Anak yang membangkang mungkin saja sedang berusaha ingin didengar.
Anak yang menutup diri mungkin saja sedang menyimpan luka.
Karena itu, sebelum bertanya: “Apa yang salah pada anak ini?”
Kita perlu bertanya lebih dahulu: “Apa yang sedang dialami oleh jiwanya?”
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam memulihkan jiwa manusia.
Beliau ﷺ tidak memulai perubahan dengan hukuman.
Beliau ﷺ memulai dengan memahami.
Beliau ﷺ tidak membangun manusia melalui tekanan.
Beliau ﷺ membangunnya melalui kasih sayang, keteladanan, dan kedekatan.
Anak-anak yang terluka tidak pertama-tama membutuhkan perbaikan. Mereka membutuhkan pemulihan jiwa. Dan pemulihan selalu tumbuh lebih baik dalam suasana aman, bukan suasana terancam.
Dalam peluk orang tua yang penuh penerimaan.
Dalam tatapan mata yang tidak menghakimi.
Dalam rumah yang aman menjadi tempat kembali.
Tentu ada keadaan tertentu yang memerlukan bantuan profesional. Kita tetap menghormati para psikolog, psikiater, terapis, dokter, dan semua pihak yang berjuang membantu pemulihan anak-anak.
Namun bantuan terbaik dari mereka bukanlah menggantikan peran orang tua. Melainkan menguatkan peran orang tua.
Karena sejatinya tidak ada terapi yang lebih sering diberikan daripada interaksi harian di rumah.
Tidak ada ruang terapi yang lebih lama daripada keluarga.
Tidak ada suara yang lebih berpengaruh daripada suara ayah dan ibunya.
Tidak ada do’a yang lebih tulus dan mustajab daripada do’a orang tuanya.
Maka ketika anak menghadapi tantangan tumbuh kembang atau membawa luka dalam perjalanan hidupnya, jangan pernah meremehkan kekuatan cinta yang Allah titipkan dalam hati orang tua.
Sebab bisa jadi, yang paling dibutuhkan anak bukanlah seseorang yang ahli memperbaikinya. Tetapi seseorang yang tetap mencintainya saat ia belum baik-baik saja. Dan orang itu adalah ayah dan ibunya sendiri.
Karena terapis terbaik bagi seorang anak bukanlah orang yang paling banyak memahami teori tentang dirinya. Melainkan orang yang paling tulus mencintainya karena Allah.
Allah Ta’ala berfirman,
ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
“Orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu.” (QS. An-Nisa: 11)
Maka hubungan orang tua dan anak bukanlah sekadar ikatan darah. Ia adalah amanah, ujian, sekaligus jalan menuju kebaikan dan keberkahan.
Sungguh Allah Ta’ala telah menempatkan kedua orang tua dalam posisi yang begitu mulia. Sehingga ikatan antara Ayah Ibu dan anak, bisa menjadi wasilah terapis terbaik bagi pemulihan jiwa, dan membuahkan manfaat timbal balik di dunia dan di akhirat. Bi idzinillah.
Penulis : Khusna Banaha Hafidzahallah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment