┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
AI MENGGOYANG INDUSTRI PENDIDIKAN
AI MENGGOYANG INDUSTRI PENDIDIKAN
AI (Artificial Intellegence) atau (Akal Imitasi), hari ini telah menerjang dunia pendidikan bagai serangan banjir bandang yang tak terbendung, hingga mampu menggoyahkan singgasana kerajaan industri pendidikan yang produk unggulannya adalah kemampuan akademis, yaitu kemampuan menganalisa dan menghafal.
Jika pendidikan hanya terfokus pada pembelajaran akademis, yaitu pemahaman logika, hafalan, dan keterampilan saja, maka tunggulah waktu runtuhnya, karena pada dua sisi tersebut AI menjadi raja yang digdaya dan menyerang dengan membabi buta.
Jika pendidikan hanya dengan mengajarkan ilmu dan pengetahuan saja, anak lebih memilih bertanya kepada AI.
Jika pendidikan hanya dengan menghafal saja, anak lebih memilih memori AI.
Jika pendidikan hanya mengandalkan pelatihan keterampilan, anak-anak lebih memilih tutorial AI yang lebih lengkap dan mudah dipraktekkan.
Jika pendidikan hanya terfokus pada kemampuan akademis saja, anak/santri/murid telah menjadikan AI sebagai raja pendidikannya, sekaligus sebagai guru, pembimbing, dan pesuruhnya. Sehingga menulis buku, AI yang menulis; membuat jurnal, AI yang membuat; menyusun skripsi, AI yang menyusun.
Sebenarnya AI tidak sepenuhnya mampu mengalahkan semua sisi pendidikan. Ternyata ada sisi pendidikan yang tak dapat tersentuh sedikitpun oleh AI. Jika sebuah sistem pendidikan berbasis pada sisi tersebut, maka tak akan tergoyahkan oleh canggihnya teknologi apapun bahkan yang lebih cannggih dari AI sekalipun. Singgasana pendidikan yang tak tersentuh tersebut merupakan metode pendidikan yang basisnya bukan logika. Yang mana logika merupakan andalan AI yang dijadikan sebagai senjata ampuhnya untuk menguasai dunia. Sisi yang tak tersentuh tersebut adalah pendidikan hati.
Pendidikan hati dapat mendidik ikhlas, AI tidak mampu. Pendidikan hati mampu menumbuhkan keyakinan, AI tidak berdaya untuk itu. Pendidikan hati bisa menumbuhkan kesadaran, AI tak bisa menyentuhnya. Pendidikan hati dapat menumbuhkan keimanan, AI kebingungan tentang hal itu.
Hati merupakan ciri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya, apalagi AI.
Fokus pada sisi pendidikan hati yang tak tersentuh oleh AI. Bimbing anak dengan hati dalam berselancar diatas banjir bandang AI, agar AI dapat ditaklukkan dan dimanfaatkan untuk meraih tujuannya. Baik dalam hal memahami pengetahuan atau untuk mengasah keterampilannya.
Abdul Kholiq
Penulis : Abdul Kholiq Hafidzahullah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment