┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛
Pendidikan Karakter Nabawiyah
SALAH KAPRAH MERAMU CINTA
SALAH KAPRAH MERAMU CINTA
Cinta pada asalnya adalah cahaya,
ia menghangatkan hati, menenangkan jiwa, menghidupkan manusia dengan kelembutannya.
Namun tidak semua yang mengatasnamakan cinta,
lahir dari kejernihan dan hikmah.
Sebab cinta yang salah diramu,
dapat berubah menjadi cahaya yang menyilaukan,
bahkan membutakan mata.
Berjauhan seharusnya menjadikan rindu,
namun dengan cinta yang keliru,
ia menjadi obsesi keterikatan
yang kehilangan ruang hidupnya.
Masalah seharusnya melahirkan kesabaran,
namun cinta yang berlebihan, ia membuat manusia membenarkan yang sebenarnya menyakitkan.
Lelah yang mestinya menjadi pengorbanan tulus,
perlahan berubah menjadi keterpaksaan.
Kesetiaan yang awalnya mulia,
berubah menjadi bertahan dalam luka.
Atas nama cinta,
seseorang rela memaafkan tanpa batas,
hingga kesalahan terus dipelihara dalam pembiaran.
Atas nama perhatian,
manusia ingin selalu memiliki,
namun cinta yang kehilangan hikmah
sering menjadikan perhatian berubah menjadi penguasaan.
Karena salah meramu cinta,
salah berubah menjadi pengabaian,
takut berubah menjadi kecurigaan,
marah berubah menjadi pelampiasan
beda berubah menjadi perpecahan.
Karenanya pengajaran pun berubah menjadi pendidikan yang memadamkan, bukan lagi menyalakan kehidupan.
Begitulah ketika cinta kehilangan takarannya.
Ia tidak lagi menenangkan,
melainkan mengikat, menguras, dan melelahkan.
Padahal cinta sejati
tidak membuat manusia kehilangan dirinya sendiri.
Ia tidak membutakan akal,
tidak mematikan hati,
tidak menghilangkan kehormatan,
dan tidak menjauhkan manusia dari ketenangan.
Karena cinta bukan sekadar rasa yang besar,
tapi membutuhkan hikmah dalam mengekspresikan,
agar hati tetap lembut tanpa menjadi lemah,
dan tetap tulus tanpa kehilangan arah.
Maka, cinta yang benar, akan menjadikan ketenangan jiwa.
Sedang cinta yang salah diramu,
dapat membuat manusia hanyut tenggelam,
tanpa sadar ia sedang terluka.
Jauh + Cinta Buta = Obsesi
Masalah + Cinta Buta = Pembenaran
Lelah + Cinta Buta = Keterpaksaan
Hilang + Cinta Buta = Keputusasaan
Salah + Cinta Buta = Pengabaian
Takut + Cinta Buta = Kecurigaan
Sepi + Cinta Buta = Ketergantungan
Marah + Cinta Buta = Pelampiasan
Beda + Cinta Buta = Perpecahan
Pengajaran + Cinta Buta = Pendidikan Yang Memadamkan.
Hati-hati, jangan salah meramu cinta….
Jangan berlebihan takarannya….!!
Penulis : Khusna Banaha Hafidzahallah.
Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻
Add a Comment