Menggugat Sistem Sekolah

Menggugat Sistem Sekolah

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

Menggugat Sistem Sekolah

Menggugat Sistem Sekolah

Manusia menggugat sistem sekolah karena tuduhan tidak memanusiakan manusia
Benarkah …?
Dan apa gugatannya …?

Gugatan 1:
Manusia butuh belajar di alam dimana dia hidup untuk mempelajari segala sesuatu, ini manusiawi, tetapi justru sekolah membatasinya dengan tembok-tembok kelas, dan pagar keliling sekolah, dan ini dianggap tidak manusiawi.

Gugatan 2:
Manusia memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dalam mempelajari sesuatu, ini manusiawi, tetapi justru sekolah menyamaratakan dan memaksakan gaya belajar tertentu untuk semua muridnya, dan ini kurang manusiawi.

Gugatan 3:
Manusia memiliki kecenderungan potensi dan keahlian yang berbeda-beda, ini manusiawi, tetapi justru sekolah memaksakan muridnya untuk menguasai semua materi pelajaran tanpa melihat keunikan bakat dan kebutuhan muridnya. dan Ini tidak manusiawi.

Gugatan 4:
Setiap manusia dibekali kemampuan untuk menjadi hebat dibidang bakatnya masing-masing, ini manusiawi, tetapi sekolah hanya mengakui anak yang hebat di aspek kognitif dan hafalannya saja, sedang anak yang tidak betah duduk lama di kelas, sulit menghafal, yang memiliki kecerdasan fisik, dll, dianggap anak bodoh dan gagal belajar, dan ini kurang manusiawi.

Gugatan 5:
Manusia adalah “very special and limited edition”. Tidak ada manusia yang sama di dunia ini, ini manusiawi, tetapi justru sekolah merankingnya dengan alat ukur dan soal ujian yang sama. Ini tidak manusiawi.

Gugatan 6:
Manusia memiliki fase perkembangan yang alamiah sesuai usianya. 0-10 tahun adalah masa bermain, ini manusiawi. Tetapi justru sekolah memberikan beban pelajaran yang terlalu berat pada murid yang belum masanya, murid PAUD dan TK sudah dibabani harus bisa calistung, sehingga murid kehilangan masa bermainnya, ini kurang manusiawi.

Gugatan 7:
Manusia memiliki hati, tidak seperti mesin dan robot yang tak punya hati. Tetapi sekolah hanya melatih muridnya untuk dijadikan seperti mesin dan robot, dilatih untuk mahir menjadi pekerja-pekerja yang sebenarnya itu adalah pekerjaan mesin dan robot, harus mengikuti program-program yang monoton, berangkat pagi pulang sore, presensi digital yang tidak peduli alasan kemanusiaan, dan ini tidak manusiawi.

Gugatan 8:
Manusia terlahir tidak dalam keadaan kosong seperti kertas putih, tetapi sudah terinstal fitrah pada dirinya. Tetapi justru sekolah menganggap murid seperti kertas kosong sehingga menjejalkan berbagai pengetahuan kepada murid tanpa memperhatikan fitrahnya. Ini tidak manusiawi.

Terbutikah gugatan tersebut…?
Tergantung sekolahnya

Penulis : Ust. Abdul Kholik Hafidzahullah

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *