PERBUATAN BAIK MENGHAPUSKAN PERBUATAN BURUK

PERBUATAN BAIK MENGHAPUSKAN PERBUATAN BURUK

┏━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┓
MATERI SOTAB HEBAT
┗━━━━━•❥•┈•❥•━━━━┛

Pendidikan Karakter Nabawiyah

PERBUATAN BAIK MENGHAPUSKAN PERBUATAN BURUK

PERBUATAN BAIK MENGHAPUSKAN PERBUATAN BURUK

Tanpa kita sadari, sering kali langkah kita terjatuh dalam kesalahan dan dosa. Luka dan kerapuhan hati membuka jalan menuju perbuatan tercela. Dalam perjalanan hidup, seseorang bisa terjebak dalam dua keadaan: rasa rendah diri atau tinggi hati.

Rasa rendah diri membuat seseorang kehilangan kepercayaan terhadap peran hidup dan potensi dirinya. Ia merasa tidak mampu berkontribusi, merasa berat melakukan sesuatu yang bermanfaat, hatinya diliputi rasa takut dan khawatir kepada penilaian manusia.

Sebaliknya, tinggi hati membuat seseorang merasa paling di antara yang lain—paling benar, paling pintar, dan selalu ingin menang, bahkan hatinya menjadi enggan menerima saran dan nasihat. Perasaan ini menyeretnya pada kebiasaan meremehkan orang lain.

Dua akhlak tercela inilah yang sering menjadi pemicu berbagai penyakit hati. Hati dapat ternodai oleh iri, benci, dendam, bahkan dengki. Ia juga dapat dipenuhi ujub, keangkuhan, dan kesombongan. Akibatnya, seseorang mudah terjatuh dalam prasangka buruk kepada sesama manusia.

Sering kali kita membenci seorang pendosa, tetapi tidak mampu membenci dosa-dosa kita sendiri.
Lidah terasa ringan membicarakan aib orang lain, tetapi kita lupa dan tidak sanggup memperbaiki aib diri sendiri.

Padahal manusia memang tidak luput dari kesalahan. Allah sendiri telah mengingatkan bahwa manusia melakukan dosa siang dan malam, namun pintu ampunan-Nya selalu terbuka.

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan dosa pada malam dan siang hari, sedangkan Aku mengampuni dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.”
(HR. Muslim)

Karena itu, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Selalu ada jalan untuk memperbaiki diri.
Allah berfirman:

إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

Sadarilah, kita semua adalah pendosa, dan tidak seorang pun luput dari kesalahan.

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmiżi no. 2499)

Maka berhentilah sejenak. Menyesallah, bertaubatlah, dan sembuhkan penyakit dan luka-luka di hatimu. Janganlah engkau menzalimi dirimu sendiri.

Kasihanilah hatimu. Cintailah ia dengan memperbaiki dirimu dan kembali kepada Allah.

Rasulullah ﷺ juga memberikan jalan yang jelas bagi seorang mukmin dalam memperbaiki dirinya. Beliau bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Karena itu, apa pun kesalahan, pengalaman buruk, atau kekhilafan di masa lalu, jangan hanya terlalu lama larut dalam penyesalan.

Segeralah sadar. Perbanyak istighfar, bangkitlah untuk beramal, berbuat kebajikan, menebar manfaat bagi sesama, dan membahagiakan orang lain.

Hidupkanlah cahaya, niscaya kegelapan akan sirna.
Berbuatlah kebaikan, niscaya keburukan akan terhapuskan.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جِدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِيْ.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan sikap berlebih-lebihanku dalam urusanku, serta apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku, dan kesengajaanku. Ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan maupun yang aku tampakkan. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719)

Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis : Khusna Ummu Hubbi

SOTAB HEBAT & HCE INDONESIA

Baarakallah fiikum
Membangun Karakter Ummat – Menebar Manfaat.
Jadilah bagian dari Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat [SOTAB HEBAT Indonesia] Sekarang !
Hubungi kami untuk Join Whatsapp Grup👇🏻

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *